Alangkah lucunya negeri ini - Review

Rabu, 19 Mei 2010



Sebenernya awalnya gue ga ada niat untuk nonton film ini. Sejak awal film ini keluar sampe kemarin tepatnya.
Tetapi atas desakan manusia-manusia provokatif plus adanya iming-iming traktiran dari kawan saya yang cantik, jadilah saya ikut menonton film ini. Rada telat juga sih sebenernya. Hari gini baru nonton, padahal ini film keluarnya udah dari lama banget. Tapi gapapa, orang bilang, lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali. Betul?

Setelah menonton, kata-kata yang terlintas di otak gue adalah : Cukup menghibur.
Banyak sindiran-sindiran 'nyentil' yang ditujukan kepada para koruptor.
Contohnya beberapa kali diucapkan kata cicak dan buaya. Tepatnya di kalimat :
"Kamu, masih segede cicek udah mau ngadalin buaya".
nangkep kan, maksudnya?
Memang, film ini rasanya lebih menekankan mengenai korupsi di Indonesia yang semakin menjadi.

Ironis, ketika kaum intelektual yang seharusnya bisa membantu bangsa ini, bekerja dan mengabdi demi kemajuan negara, malah dengan tidak berperasaan memeras kaum lemah yang tidak mampu secara finansial.
Mereka yang lemah semakin terhimpit di dalam kesulitan dan kemiskinan, sementara mereka yang berada di atas, mengeruk kruntungan dengan cara yang sama sekali tidak halal untuk memperbanyak pundi-pundi harta mereka.

By the way, selain menghibur, film ini juga cukup mengharukan. Tetapi hanya di bagian akhir.
Di bagian tengah, suasana haru kurang bisa di dapat. Mungkin karena masih banyak humor yang diselipkan di antara adegan-adegan, oleh karena itu, rasa haru belum sepenuhnya terasa hingga bagian akhir.


Overall saya berikan nilai 7 untuk film ini.

CONVERSATION

0 COMMENTS:

Posting Komentar

Jika punya pertanyaan, silakan post Comment di bawah ^^

Back
to top