Jalan GEJE Sebelum Kuliah

Jumat, 14 Mei 2010

Hari ini, petualangan dua mahasiswi autis dimulai kembali. Rencana awal sih kawan saya yang bernama icha cuma minta temenin transfer uang pendaftaran buat SNMPTN sekalian meriksa transferan untuk gue dari toko buku online yang gue titip ke rekening dia.

Eh, di hari H, di bank yang bersangkutan, dengan entengnya dia malah bilang ga jadi ikut tes karena males belajar.
Berasa pengen gue garuk tuh mukanya pake garpu rumput.


Alhasil hari itu kita cuma ngecek apa kiriman uangnya udah sampe apa belum. Dan ternyata belum.

Karena saat itu jam ponsel gue baru menunjukkan pukul 11, yang notabene kalo kita berangkat ke kampus sekarang pasti bakal cengo nunggu masuk kelas. Secara masuk mata kuliah kalkulus itu jam 13.25.
Jadi, untuk mengisi waktu luang sebelum ke kampus, kita berdua memutuskan untuk nyebrang dan ngabisin waktu di cbd.



Sampai disana, gue langsung mencari tempat jual dvd dan ngubek-ngubek dvd-dvd di situ buat nyari satu film yang dari kemarin pengen gw tonton.
"Bangkok Traffic Love Story"


Asli kocak nih film. Kemaren sempet nonton di youtube cuma sampe bagian ke 5. Makanya semangat banget nyari tuh film di tukang dvd baj*k*n.
Maafkan saya ya, para sineas ...

Oke, perjalanan pun berlanjut. Para mahasiswi kurang kerjaan pun ngiter-ngiter tanpa tujuan dan alasan yang jelas. Dan disebuah sudut mal, kami menemukan 3 buah kotak berwarna merah segede toilet umum.

Ide cemerlang pun muncul dari temen saya yang rasanya termasuk dalam kategori tidak normal itu.
"Kita karaokean yuk!" itulah kata-kata yang muncul dari mulutnya.
"Yuk" Jawab orang tidak normal yang satu
*lho???
yak, entah kerasukan apa gue saat itu tiba-tiba menerima ajakan bocah satu itu.
Akhirnya kita berdua menggila di karaoke mini itu selama beberapa menit menyanyikan 5 buah lagu.
Dengan suara ngepas yang kayaknya mampu membunuh satu koloni kecoa itu kami berdua dengan pedenya menggoyang karaoke box.
Tariiiikkkk mang!!

Setelah performance dadakan di karaoke box *baca : menghancurkan karaoke box* yang gak beruntung itu, kami pun beranjak menuju masjid *bertobat* dan kembali ke dunia nyata yaitu peran kami sebagai mahasiswi cantik dan taat pada peraturan serta rajin menuntut ilmu [yang gue gak tau, pembaca udah pada muntah semua]. Gue dan Icha akhirnya berangkat ke kampus untuk menghadapi Kalkulus tercinta dengan riang gembira dan semangat menggelora.


Ternyata hari itu bapak kalkulus kita telah mempersiapkan materi yang padat merayap serta peer yang sking indahnya bisa bikin kucing gak doyan.
Tau gitu sih tadi gak usah semangat-semangat amat juga masuk kelas.

CONVERSATION

0 COMMENTS:

Posting Komentar

Jika punya pertanyaan, silakan post Comment di bawah ^^

Back
to top