3 Idiots

Sabtu, 10 Juli 2010

Gue baru aja nonton 3 Idiots (sungguh telat) yamg gue Copy dari Flashdisk Sivia yang waktu itu ditemuin ama nyokap gue secara ilegal.
*Haha. I'm sorry, siv. Tapi gue udah bilang ke orangnya kok.

/*
3 Idiots - "Hidup adalah sebuah perlombaan, jika Anda tidak cukup cepat, maka Anda akan diinjak-injak," begitulah pesan rektor Viru Sahastrabudhhe (boman Irani) saat menyambut para mahasiswa baru di kampus ICE.
Di India 2.0, ada sebuah tradisi bahwa setiap anak yang baru lahir akan langsung dicap untuk memiliki status.
Jika anak laki-laki, maka ia harus menjadi insinyur, sementara jika anak perempuan maka harus menjadi seorang dokter.

Taruhannya sangat tinggi, siswa yang orangtuanya mengorbankan segalanya untuk pendidikan, diharapkan mencapai puncak kesuksesan.
Sayangnya, ada tiga siswa cerdas yakni Farhan (R. Madhavan), Raju (Sharman Joshi) dan Rancho (Aamir Khan) yang menyadari bahwa masa depan mereka tidak benar-benar tertulis dalam buku-buku teknik. Yang lebih penting justru mengejar mimpi.


Viru sendiri merupakan rektor yang ortodoks, kolot, keras kepala, tak punya belas kasihan. Alhasil, ia jadi musuh bersama.
Di tambah lagi dengan keberadaan Chatur Ramalingam, yang menyebalkan dan menghalalkan beragam cara untuk menjadi nomor satu di kampus.

Dalam satu kesempatan, Chatur dipermalukan Rancho di depan Viru dan teman-teman sekampusnya. Alhasil, Chatur menantang tak cuma Rancho tapi juga Farhan dan Raju bahwa 10 tahun ke depan, ia akan lebih sukses di banding mereka.

Chatur benar, ia memang lebih sukses dari Raju dan farhan. Hanya saja tidak diketahui nasib Rancho. Chatur, Raju dan Farhan pun mencari keberadaan Rancho yang dianggap sebagai mahasiswa luar biasa di kampus.

Mereka menemukan Rancho, tapi bukan Rancho teman kuliah. Mereka justru menemukan Racnhso yang tinggal di puncak gunung dengan menjadi gutu bagi anak-anak kecil.
Chatur merasa menang. Tapi ia tidak tahu, ada hal lain yang luar biasa yang tidak ia sadari.

Secara keseluruhan, daya tarik film ini adalah penampilan Aamir Khan. Kendati sudah berusia 44 tahun, tapi ia dipercaya untuk memerankan karakter mahasiswa.
Bukan itu saja, karakternya sangat berbobot untuk seorang mahasiswa pemberontak tapi pintar serta memutuskan menjadi seorang guru bagi anak-anak di Taare Zameen Par.

Film karya sutradara Rajkumar Hirani ini boleh dikatakan penuh dengan pesan moral, terutama di dunia pendidikan. Karena secara sosial, kultural, ekonomi, filosofi pendidikan menghadapi problem yang sama dan nyata seperti digambarkan di film.

Namun begitu, benang merah yang tak boleh dilupakan adalah teman bisa menjadi sangat berharga ketika mereka mampu mendorong Anda menuju potensi yang lebih besar.

Masih memiliki ciri khas India, Rajkumar dengan apik menata alur cerita. Mulai dari keceriaan, persahabatan, haru biru serta bumbu cinta. Jangan lupakan nyanyian dan tarian. Kurang lebih selama tiga jam, penonton diajak enggan untuk beranjak dari tempat duduk.

Ada baiknya, jika sebelum menonton, Anda menyiapkan saputangan untuk menyeka airmata yang menetes. Tidak cuma sekali, ada beberapa kali adegan yang akan membuat Anda hanyut dalam cerita.

Perlu diketahui, sang sutradara dengan sengaja membawa penonton untuk melompati waktu baik maju dan mundur selama 10 tahun.
Walau mampu membuat penonton sedikit bingung, tapi ada jaminan Anda akan tersenyum puas dan kalimat "All is well" akan melekat pada diri Anda.

Diputar di jaringan Blitzmegaplex, sebenarnya film ini sudah diputar selama dua pekan. Namun melihat respon dan sambutan yang baik, Raam Punjabi dari Multivision mengajak para mahasiswa termasuk media untuk nonton bareng.

"Film ini sudah diputar sejak pertengahan Desember dan disambut baik. Tidak hanya di Indonesia, film ini juga menuai kesuksesan di Bollywood," jelas Raam Punjabi saat ditemui di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (6/1).

Sumber:
http://www.astaga.com/content/3-idiots-kisah-persahabatan-tiga-mahasiswa

*/



Ternyata akhir ceritanya gak disangka-sangka.


***

Gue bener-bener terkesan sama film yang satu ini. Meskipun film indianya masi terasa kental (Baca: Nyanyi+joget-jogetnya lama abis, ngabisin durasi), tapi cerita film ini bener-bener nyentuh banget. Film ini bisa membuka mata kita tentang arti persahabatan. Film ini ngajarin gue banyak hal tentang persahabatan. Berkorban untuk sahabat, gak ragu-ragu untuk negur dan nyadarin kalo temen kita melakukan kesalahan dan setia ngebela sahabat apapun yang terjadi. Sumpah, gue bener-bener amazed ngeliat persahabatan tiga orang ini. Film ini juga mengajarkan tentang keberanian. Mengajarkan agar kita berani mengemukakan pendapat kita di depan orang tua yang memaksakan kehendaknya kepada kita. Mengajarkan untuk berani memilih apa yang terbaik untuk hidup dan apa yang menjadi minat kita.
Dan Film ini juga membuka mata gue tentang pentingnya menuntut ilmu. Di sekolah, Kita seharusnya belajar, memahami ilmu pengetahuan bukan hanya mengejar nilai. Yang satu ini juga ngena banget. Dia bilang: "Jangan mengejar kesuksesan, tapi raihlah kesempurnaan maka kesuksesan akan menghampirimu."

Hal lain yang bisa kita dapet dari film ini: Belajar berkorban, menolong orang lain, belajar memahami dan belajar untuk tidak terikat oleh apapun.





Film ini hebat. Kenapa gue bilang hebat?
Film ini bisa bikin gue ketawa ngakak di suatu menit, kemudian nangis bercucuran air mata di menit selanjutnya. Itu berlangsung berkali-kali dan bergantian di sepanjang film. Bahkan gue bisa nangis bersimbah air mata tanpa bisa berhenti.

Amazing.


Overall, nilai buat film ini dari gue adalah : 9,3


***

CONVERSATION

0 COMMENTS:

Posting Komentar

Jika punya pertanyaan, silakan post Comment di bawah ^^

Back
to top