Jak Japan Matsuri 2010

Minggu, 3 September 2010

Hari ini jadi juga Gue, Firly Bimby dan Lelly menyambangi Festival “Jak Japan Matsuri” di Monas setelah kemarin sempet diwarnai ancaman ketidak-jadian karena Firly tiba-tiba ada jadwal kuliah pagi di hari senin yang akan membuat dia agak sulit pulang malam karena harus bangun pagi. Tapi entah bagaimana akhirnya Firly terhasut rayuan manis kami dan mau ikut berangkat hari ini.
Dan berangkatlah kami bersama-sama!!!!!!
Karena kita berempat  janjian ketemu di Kreo sebelum jam 11, maka gue berangkat dari rumah sekitar jam 11 kurang 20 menit. Begitu sampai di sana, gak lama gue ketemu Lelly dan Bimby yang dateng berikutnya. Tentu saja yang paling ngaret adalah pirlija. Yah, rumah dia memang paling jauh... hmm...
Keadaan di Korea
Mau telepon siapa, Bim?
Akhirnya datang juga Ibu Firly bersama sang adik

 Gak lama kemudian datanglah bus yang ditunggu-tunggu. Sebenernya sih seharusnya bus bernomor 44 dengan destinasi Senen, adalah bus Patas yang full AC, tapi entah kenapa bus yang kami naiki ini tidak terasa seperti bus patas AC. Lebih mirip seperti sauna berjalan sepertinya. Ketika kenek bus membuka pintu belakang, kami sangat berharap pintu itu tidak ditutup kembali. Karena di belakang, tempat kita berempat duduk emang bener-bener gak kena AC sedikit pun. Parahnya lagi, orang di depan gue gak mau ngalah  dan berbagi AC sama sekali dengan kita malah. Uuuurrrggggh. :-@. Dan selama kurang lebih dua jam di dalam bus itu, kami harus bersabar dan berusaha tetap menikmati Mobile Sauna tersebut. Tapi untungnya, hujan yang mendadak turun di tengah perjalanan kami, membuat ‘sauna’ tersebut agak ramah kepada para penumpangnya yang suram ini.

Sauna Berjalan. Canggih!
Tapi hujan itu juga membuat kita kebingungan begitu turun dari bus menuju lokasi. Alhasil, dengan bekal tutup kepala seadanya (Apapaun yangh bisa melindungi kepala) dan tanpa payung satu pun, kami nekad memasuki pelataran monas dengan susah payah dan sempet berhenti beberapa kali untuk berteduh karena hujan semakin tidak berperike*anus*aan.

Titik Aman Pertama (Tempat neduh)
Setelah perjalanan yang sangat amat suram di tengah hujan itu, kami akhirnya sampai juga di lokasi acara matsuri yang tentu saja masih dengan hujan yang gak berhenti-berhenti.


Tenda masuk
Keadaan di Pintu Masuk
Di Dalam


Kami akhirnya berteduh di stand “Sing Out Asia” yang cukup luas. Cukup lama juga kita ngendon disitu karena hujan yang belum juga reda. Sampai akhirnya, karena kelaperan, kita berempat (Gue, Bimby, Firly  dan Raihan) berjalan ke stand-stand makanan berbekal satu payung milik Ajeng dan membeli tiga bungkus Takoyaki yang menggiurkan seharga 10.000 per porsi.


Kelihatannya gak menarik ya? Padahal sebaliknya... Hmm
Takoyaki ini terbuat dari adonan tepung yang diisi tako=gurita. Dan ditaburi sesuatu yang gue ga tau itu namanya apa. Yang jelas terbuat dari makanan laut (Entah itu ikan/cumi/gurita) yang udah dikeringkan dan dibentuk tipis-tipis setipis plastik. Yang kalo gue liat itu mirip serutan gergaji. Tapi menurut gue pribadi, yang paling enak dari set takoyaki itu adalah taburannya itu. Taburan itu yang selalu gue tunggu-tunggu. Mbak dan Mas penjual takoyaki, saya beli taburannya aja boleh?
Hmm... Rasanya kapan-kapan gue harus ke supermarket untuk beli sesuatu yang gue gak tau namanya itu deh. Buat yang tau namanya apa, bisa tolong kasih tau saya? Terima kasih.
Kelaperan
Setelah makan, kami kembali melanjutkan acara berteduh kami yang berlangsung cukup lama itu karena hujan belum juga reda sampai akhirnya kami nekat berjalan keliling tempat acara itu. Dan ternyata, banyak banget stand menarik. Ada yang jual barang-barang lucu, stand makanan jepang yang sejibun dan semuanya menarik menarik, stand khusus doraemon pun ada. Bahkan ada daiso yang menjual barang-barang dengan satu harga=Rp. 22.000, stand honda yang Cuma punya satu lagu “one Heart” yang diulang-ulang sampe kuping bernanah dengernya, stand Yamaha, Nissin mie, Sari roti, stand roti hotel Nikko, stand Omikoshi yang bakal diarak sebelum acara selesai dan masih banyak lagi.


Ada akatsuki nyasar! Waspadalah!
 

Akhirnya kami berhenti di stand Purezento dan suiko yang menjual pernak-pernik kayu semacam gantungan kunci, strap ponsel, pin, magnet kulkas yang semuanya lucu-lucu. Gak heran banyak orang tertarik dan bikin jalanan disitu padat merayap dan penuh orang sampe desek-desekan. Apalagi di stand Suiko. Gue yang berdiri di deket meja aja sampe kena gencet dari belakang sama orang sekampung. Begitupun dengan meja di depan gue yang otomatis ikutan kegencet-gencet. Gue sampe ngeri meja di depan gue rubuh didorong-dorong segitu banyak massa. Yang jualan aja sampe ikutan takut mejanya ambruk. Sumpah disitu tu bener-bener penuh orang sampe susah mau keluar/masuk. Hmm... benar-benar bisnis yang menjanjikan *Otak bisnisnya keluar*.


Crowded

Alhasil, setelah berdesak-desakan di dua stand yang gila-gilaan itu, gue berhasil menebus 2 gantungan kunci lucu dan satu strap ponsel yang imut dari Purezento dan Suiko seharga 19.000.
^^
Okay, perjalanan kami pun berlanjut, berkeliling tempat festival yang luas itu diiringi hujan yang masih juga turun dan genangan air dimana-mana.


Penjual Tako ke sekian
Nasi Kepal


Es Cendol = ?
Okonomiyaki
Mulai Cerah


Tapi gak lama kemudian, hujan pun mereda dan acara di panggung pun dimulai.
Diawali dengan tarian orang-orang yang katanya sih dari Indonesia dan Jepang. Tarian yang gue lupa namanya apa. Yang jelas dari awal sampai akhir, para penarinya berteriak “Sore sore sore”. Apa karena saat itu udah sore? Hmm... saya pun tak tahu.


Sore Sore
Sore sore sore
Ternyata ada pertunjukan lain yang kurang terekspos


Ini lapangan atau Danau?
Selama beberapa saat, gue ngerasa seneng banget bisa bebas keluar dan jalan-jalan tanpa harus takut basah kena ujan. Dan saat itu, langit cerah berawan. Pokoknya asik!



Kereeen
Hari Yang Cerah
Setelah tarian sore sore itu, selanjutnya Ada pemeran Pagelaran Urashimataro dari Enjuku yang saat itu menyumbangkan suaranya. Si cowok yang suaranya agak mirip Vidi dan si cewek yang suaranya keren.
Para fans mereka aja sampe bela-belain menerjang banjir buat ke depan panggung buat ngeliat mereka tampil. Wow. Fans yang loyal. Sementara, gue Cuma melihat dari pinggir di tempat yang walaupun becek, tapi tetep aman.
Nyemplung
Heyaaaa u r rowcks p!


Setelah penampilan dari Enjuku, selanjutnya ada Taiko=kesenian khas Jepang yang dari tadi udah ditunggu-tunggu Firly.
Dan mereka beraksi di tengah kubangan air.


Sempet takut kecipratan air kotor sih, tapi tetep nekat nonton di deket mereka yang tampil. Ternyata meskipun mereka total, cipratannya gak sampe ke penonton. Cuma diantara mereka aja. Haha.
Kasian juga mereka, musti basah-basahan. Mana tempatnya licin pula. Sampe ada yang kepeleset segala.
Tapi walau begitu, penampilan mereka tetep kereeeeeen! Ada goyang kucing garong segala.
Dan baru kali ini kan ngeliat ada taiko banjir-banjiran? Hanya ada di Jakarta pastinya.
Jangan-jangan pas pulang mereka masuk angin semua. -.-"

Setelah Taiko, karena kita berempat (Gue, Firly Lelly dan Bimby) capek berdiri, akhirnya kita memutuskan untuk cari tempat duduk dan istirahat sebentar.
Di tengah perjalanan kami mencari bangku, kami bertemu seseorang:





Keren.


Akhirnya kami menemukan 4 tempat duduk di tenda belakang untuk santai dan makan bekal yang gue bawa.
Tapi, gak lama kemudian, turun hujan yang lebih deras dan intens. Yang membuat banjir dimana-mana termasuk di sekeliling kita. Sumpah, bersyukur banget kami bisa ada di tempat yang tepat tanpa harus berdiri dan merendam kaki. Hiiiiiiiii.
Banjir di Dalam Tenda
Sepertinya ada yang bikin acara sendiri di sini


Saat itu udah pukul 5 dan kami udah merasa cukup beristirahat. Kemudian kita kembali menyusuri stand-stand barang-barang lucu di sana dengan menerjang becek-becek dan genangan-genangan air.

Kami masih berada di stand paling belakang sampai akhirnya Firly ngajak ke depan panggung karena ada suara-suara ramai di depan sana.
Di perjalanan menuju panggung, kami menemukan Mikoshi yang diangkat-angkat orang banyak. Ternyata arak-arakan mikoshi udah dimulai!
Jadi ada dua mikoshi, yang satu ukurannya besar, dan yang satu ukurannya lebih kecil. Mikoshi yang berukuran besar, digotong para laki-laki sedangkan yang lebih kecil, dipanggul para wanita.
Dan mereka semua berteriak “Soya soya” sepanjang arak-arakan berlangsung. Padahal Cuma jalan beberapa meter, tapi lamanya ga ketulungan karena jalannya juga ga bisa cepet-cepet dengan memanggul mikoshi yang segede begitu.
Selama arak-arakan, dengan hujan rintik-rintik yang masih juga turun, gue merasa amat sangat sulit untuk dapetin foto mikoshi yang keren itu dengan jelas. Disamping karena ujan yang turun membuat gue kesulitan menggunakan kamera+melindungi kamera itu agar gak kehujanan, juga karena saking banyaknya orang yang ngumpul di sekitar Omikoshi itu membuat gue terhalang ketika mau ambil gambar. Jadilah foto yang gue dapet ga terlalu jelas menunjukkan keindahan mikoshi yang berwarna biru tua dan dihiasi emas-emas di sekelilingnya itu. Sigh...
Mikoshi Cowok
Mikoshi Cewek

Setelah arak-arakan selesai, dan mikoshi telah dikembalikan ke kandangnya, kami kembali berkeliling stand untuk berburu makanan.


Cantik
Stand menembak yang rasanya banyk tip*-tip* nya.
Ternyata ada juga stand Kerak telor. Juga Soto Mie.
Okonomiyaki


Akhirnya kami memutuskan untuk mencicip Okonomiyaki=telur dadar/ pizza ala jepang  yang kelihatannya menggiurkan seharga Rp. 20.000.


Sayangnya untuk makan Okonomiyaki, kita ga bisa masak sendiri kayak yang biasa kita liat di anime-anime jepang. Melainkan udah dimasakin  dan tinggal caplok aja. Emang  sih, lebih enak dan praktis, tapi kan kurang terasa aja feelnya. Ya gak?


Selain Oko Oko, khusus gue yang kepingin es Ez-na, akhirnya gue meluncur ke stand es lucu itu dan menebus semangkuk es dengan saus Melon seharga Rp. 10.000. Hmmm.... Nyam-nyam! :a
Karena firly sedang berkeliling sendirian mencari apa yang bisa dicari meninggalkan kami bertiga, maka gue, Bimby dan Lelly masuk ke tenda dan mencari tempat duduk untuk kita bisa makan. 
Tapi ternyata gak ada 4 bangku yang benar-benar kosong. Walaupun kami bertiga udah keliling tenda dari belakang sampai ke depan dengan tanah becek, tanah merah yang bikin kaki kotor sekotor kotornya dan kubangan. Akhirnya kita sampai di bagian depan tenda. Yang ternyata ada bangku yang ditinggalkan penduduknya, tapi kita kalah cepet sama pasangan yang sangat gece. Dan akhirnya kami kembali gigit jari. Dan ternyata, tiba-tiba ada kembang api di atas sana!!!!! Pas banget di depan tempat kita berdiri sehingga kita bertiga bisa liat dengan jelas kembang api itu. Huaaaaaa owesome!



Setelah nonton kembang api dan bertemu Firly, akhirnya kami nemu 2 kursi di tenda bagian belakang dan duduk berdua-dua sambil makan okonomiyaki. Hmm kalo suapan-suapan pertama sih masih terasa enak banget. Isi octopusnya juga potongannya gede-gede dan kerasa banget. Tapi lama kelamaan blenger kalo makan terus-terusan. Alhasil, Okonomi gue gak gue abisin dan gue lanjut ke es campur-campur yang gue beli tadi. Walaupun ujan-ujan, tapi tetep terasa enak dan segerrrrrr! Ihiy!
Para tersangka: Lelly, Firly dan Bimby
Oko oko
:a

Slurpp


Gak lama, hujan akhirnya berhenti dan kita berempat bisa keluar tenda dengan bebas. Dan itu berarti saatnya foto-fotooo!!!! Kita menemukan beberapa orang yang ikutan cosplay berkeliaran dengan costumnya yang lengkap. Tanpa basa-basi, kita meminta mereka buat foto bareng. Karena, 'apalah arti pergi ke festival jepang tanpa foto bareng orang yang ikut cosplay'.
Yang paling kocak adalah si ‘Ichigo’ yang tanpa rasa bersalah bilang ke temennya, “ayok udahan yuk, besok gue mau sekolah nih”. Hiahahahahhaah. Gak asik banget ada Ichigo mo sekolah. Gue dan bimby langsung ngakak begitu denger dia ngomong gitu. Tapi pas kita ajak foto, tu orang ternyata emang beneran gila.
Dan pas selesai foto, gue bilang ke tu orang, “Makasih ya, oh iya, selamat belajar juga!” dan dia bilang gini, “Wah, tau aja besok mau sekolah!”.
-.- yaiyalah, lo kayak ngasi pengumuman gitu tadi.

Setelah puas foto-foto di dalam area Jak Japan Matsuri, kita pun keluar karena udah malem dan musti pulang juga.
Tapi ternyata kami belum tertarik untuk pulang buru-buru dan masih berkeinginan untuk menikmati pemandangan monas di malam hari.






Gak lupa foto-foto gila-gilaan rame-rame *benar-benar penuh kata pengulangan*. Sampe diliatin orang dan disamperin penjual tahu sumedang segala. Itu tukang tahu bener-bener ngeliatin kita berempat foto-foto sambil beberapa kali nawarin tahu. -.- Aduh, si abang.
Umbrella Girl
Heboh

Setelah pindah lokasi foto 3x dan melatih mental (diliatin orang-orang), kami akhirnya angkat kaki dari monas dan mencari Bus menuju rumah.


Ada seseorang yang entah pesulap atau apa sangat diminati orang-orang. Bahkan kami pun sempat mampir. :p




Untungnya, gak lama bus yang kita tunggu dateng dan dengan keadaan yang jauh dan jauh lebih baik dari bus yang kita naiki pas berangkat tadi.

Acara hari ini pun selesai. Walaupun hujan turun hampir sepanjang acara berlangsung dan dengan keadaan yang seadanya, becek, banjir dimana-mana. Tapi gue cukup menikmati acara ini, selain karena rame, banyak makanan enak dan stand keren, juga banyak acara seru yang bisa diliat.
 d‘-‘b

Pesan gue untuk ketua panitia, kalo tahun depan ngadain acara semacam ini lagi, jangan lupa pake penangkal hujan.
Banzai!
\('0')/


Maaf, Ada sedikit Iklan
***

CONVERSATION

0 COMMENTS:

Posting Komentar

Jika punya pertanyaan, silakan post Comment di bawah ^^

Back
to top