My Toys' Story

Minggu, 12 Desember 2010

Gue baru aja nonton Toys Story 3.
Yah, emang telat. Telat banget. Kemana aja ya gue selama ini?
Haha

Adalah film menyentuh tentang mainan-mainan yang merasa ditinggalkan saat 'tuannya' beranjak dewasa.
Di film ini, mainan memang digambarin bisa bertingkah layaknya manusia. Juga punya perasaan.

Setelah menonton, gue jadi mikir, apa mainan gue juga merasakan apa yang woody dkk rasakan?
Apalagi mainan-mainan kesayangan gue yang dulu selalu setia nemenin gue. Boneka Minnie yang selalu gue bawa kemana-mana. Main, foto, Bahkan ke Solo pun boneka itu selalu gue bawa-bawa.
Panda yang juga menemani imajinasi gila kami, gue dan sepupu gue. Gue inget waktu itu kita main berdua, dan panda berperan jadi anak kita yang diculik penjahat.
Ulil, yang suka gue naikin. Barbie-barbie gue yang dengan brutalnya gue pretelin dan dikanibal sana-sini. Mereka yang menemani gue beranjak remaja.
Dan boneka-boneka serta mainan gue lainnya. Doraemon, para kelinci, boneka bayi, dan semuanya.

Mungkin, mereka juga hidup saat gue dan orang lain gak ngeliat.
Dan mereka mungkin juga kecewa sama gue saat gue udah mulai melupakan mereka. Mereka pasti pingin gue mainin kayak dulu.
Apalagi saat harus pindah tempat ke dalam kardus atau ke dalam lemari yang gelap, pasti mereka sedih.













Tapi gue masih sayang sama mereka semua dan gak mau mereka berpindah tangan. Belum tentu tuan baru mereka bakal memperlakukan mereka dengan baik.
Apalagi untuk membuang mereka. Gue gak mau sampai melakukan itu.

Maaf ya, mainan-mainanku...
Aku gak akan pernah ngelupain kalian. Kalian semua telah menemani hari-hariku di masa itu...
Kalian telah menjadi sahabatku. Sahabat terbaik di dunia yang gak akan pernah ngecewain aku.
Terima kasih untuk segalanya.

Aku. Akan. Selalu. Mengingat. Kalian.
Best buddies ever.

***

CONVERSATION

0 COMMENTS:

Posting Komentar

Jika punya pertanyaan, silakan post Comment di bawah ^^

Back
to top