'Shoe' lover

Senin, 16 Juli 2012


Buat gw memilih pasangan sebelas dua belas dengan memilih sepatu.

Bukan, bukan karena tipe cowok yang gw suka itu yang mukanya mirip sepatu.

Lebih karena gw melihat adanya kesamaan diantara keduanya (perlu ditegaskan: Ada Kesamaan).

Kesamaan yang paling krusial menurut gw adalah keduanya harus yang bener-bener pas.
Pake sepatu kekecilan pasti ga enak, kan? Yang ada malah bikin kaki lecet.
Pake sepatu yang kebesaran juga ga enak buat jalan.
Untuk bisa jalan dengan nyaman, sekali lagi harus dengan pasangan (dan sepatu) yang pas.

Dan dalam dua hal ini gw rasa kesulitannya pun (hampir) sama.
Memilih sepatu juga (kadang) sama sulitnya dengan memilih pasangan.




Untuk memilih sepatu, ada 3 kriteria yang harus dipenuhi.
Ukuran yang pas, model (bentuk, warna) yang sesuai dengan selera, dan harga yang cocok dengan kondisi keuangan.


Kenapa harus sepatu sih? Kenapa ga baju?
Emang iya untuk memilih baju juga kita pasti milih ukuran, model, dan harga yang cocok. Tapi perbedaannya, dengan memakai baju yang ukurannya lebih besar dari ukuran kita sebenarnya, kita masih tetap bisa merasa nyaman. Ga masalah dan tetep asik.
Beda dengan sepatu. Untuk bisa jalan dengan nyaman, kita harus menggunakan sepatu dengan ukuran yang bener-bener pas. Ga bisa di tawar-tawar lagi.

Terus kenapa harus dianalogiin sama milih pasangan? Emang apa nyambungnya?
Well, namanya juga random thought.
Karena gw merasa keduanya punya kesamaan dan gw karena gw juga merasa keduanya punya tingkat kesulitan yang cukup tingga maka puf! Lahirlah tulisan ini.


***

Sering kali, ketika gw ada di toko sepatu, gw menemukan satu sepatu yang modelnya oke banget (menurut gw) dan pas dari segi harga.
Tapi ketika mau dibeli, ternyata toko itu sudah ga punya stok ukuran gw.

Dan dari sekian pasang sepatu di toko itu yang ukurannya pas dengan kaki gw, ga ada satupun yang modelnya gw suka.
Miris ya?

Sebuah dilema. Kalo gw tetep beli sepatu yang gw suka namun ukurannya gak pas, akan timbul masalah juga di belakang.
Tapi apa iya gw tetep harus memaksakan mengambil sepatu yang pas dengan ukuran gw namun dengan model yang ga gw suka?

Namun walau begitu, kadang kita juga perlu menerima kekurangan dari barang yang ada. Kalo udah cocok banget, walaupun kotaknya udah ga ada, banyak orang yang masih mau beli barangnya.
Kebetulan gw bukan tipe orang yang gila kotak. :p

***

3 kriteria dalam memilih sepatu tadi bisa dijadikan cerminan kriteria dalam memilih pasangan.
Menurut gw, model bisa merepresentasikan sifat dan outer (tampilan luar. daya tarik fisik).
Dan harga bisa diibaratkan sebagai faktor luar misalnya restu dari orang tua dan teman.
Yang terakhir, Ukuran mencerminkan perasaan.

Dan memang ketiganya harus terpenuhi meskipun masing-masing ga full 100%.
Untuk memilih orang yang tepat, musti ada kecocokan sifat, harus ada ketertarikan meskipun cuma sedikit, harus ada restu dari orang terdekat, dan yang pasti harus ada rasa dari kedua belah pihak. Pihak yang lo sukai minimal harus punya rasa juga ke lo. Ga bisa kalo cuma satu pihak yang suka atau cinta. Itu namanya bertepuk sebelah tangan. Ga akan bunyi.

Tapi kita juga perlu ingat, karena manusia ga ada yang sempurna, kita juga harus menerima kekurangan yang ada di setiap manusia. Yang ada di calon pilihan kita.
Itu tadi, tiap faktor ga perlu 100 % karena pastinya akan ada kekurangan dari masing-masing pribadi. Dan selama kekurangan itu masih bisa ditolerir kenapa tidak?
Dan yang paling ganteng adalah kalo bisa mencintai kekurangan tersebut sehingga di mata kita hal itu tidak lagi terlihat sebagai kekurangan.

***

Mungkin terlihat absurd menganalogikan metode memilih pasangan dengan 'sepatu yang notabene bisa dengan gampang diambil di toko'.
Well, kenyataannya buat gw, kedua hal tersebut memang ga mudah.
Me doesn't simply take a random pair of shoes from the store rack and wear it everyday.
Buat beli sepatu, gw perlu mikir berkali-kali dan melewati pertimbangan-pertimbangan yang ga cuma satu. Apa sepatu ini nyaman? Apa sepatu ini cocok di kaki gw?  Warna apa yang paling pas buat gw? Dan lain-lain, dan lain-lain.

Buat milih sepatu aja segitu ribetnya, apalagi pasangan?

Di situlah masalahnya.
Seperti yang gw bilang tadi,
Sebelas dua belas.
*Angkat bahu*

***

Source Gambar: http://lovemelovemyshoes.files.wordpress.com/2011/08/christian_louboutin_shoes1.jpg

CONVERSATION

3 COMMENTS:

  1. Analoginya klo mo beli sepatu kan harus dicoba dulu win,. (disini letak gw gak stuju Memilih/mencari pasangan dianalogikan dg Sepatu)


    -Just my opinion-

    BalasHapus
  2. kan 'dicoba' nya di sini itu dengan saling mengenal, lum... misalnya ngobrol, terus temenan. Gicu... imo sih.
    :D

    BalasHapus

Jika punya pertanyaan, silakan post Comment di bawah ^^

Back
to top