Coco Ichibanya Curry House Ganci


17 Januari 2016



Sebenernya kami (gw dan pacar) ini jarang banget ke Gandaria City di hari weekend. Kenapa?
Alasannya gampang aja, setelah tiap hari selama weekday selalu merasakan macet jakarta, di akhir minggu kita pilih jalan ke arah berlawanan dari jakarta yang jalanannya lebih manusiawi :D. Lebih kepada kabur sih tepatnya. 

Tetapi khusus hari ini kita berangkat ke Ganci karena sesuatu yang cuma ada di sana. Apakah itu? Rahasiaa...

Seperti biasa, menentukan tempat makan adalah sesuatu yang rumit untuk kita berdua (kecuali ada request sebelumnya dari salah satu di antara kita). Karena itu kita berencana untuk keliling cari tempat makan dimulai dari lantai paling bawah. Tetapi sebelumnya gw perlu ke ATM untuk setor uang. Dan ternyata bikin kecele karena ATM bank Biru yang tadinya ada di lantai Lotte mart, sudah pindah ke lantai atas. Jadilah balik lagi ke lantai atas. Kelar melaksanakan tugas, mata kita terpaku pada resto Japanese Curry yang lokasinya tepat di sebelah ATM bank Biru. Displaynya menggoda banget bok!

Kebetulan si pacar memang penggemar Curry banget. Kalau ke resto roti panggang ala jepang, dia pesan nasi kari, kalo ke resto udon, dia juga pilih kuah kari, dan kalo ke supermarket dia juga hampir selalu pilih mi instan rasa kari (eh ini agak melenceng sih). 

Jadilah tanpa direncanakan kita belok ke Coco Ichibanya. 
Range harga makanannya antara 60 - 90 rb. Harga minumannya berkisar belasan ribu. Semuanya belum termasuk pajak.

Jadi setelah meelihat buku menu dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, kita akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Chicken Cutlet Omellete Curry dan Minced Beef Omellete Curry. Level kepedasannya kita kompak pilih 2. 


Chicken Cutlet Omellete Curry

Minced Beef Omellete Curry



Seperti namanya, Chicken Cutlet Omellete Curry berisi Nasi, Telur, dan ayam olahan goreng. Lalu Minced Beef Omellete Curry berisi Nasi, telur, dan daging cincang yang dicampur di bumbu karinya. 

Rasanya agak beda dari nasi kari yang ada di Restoran roti panggang sebelah. Yang ini lebih terasa nikmat, kental dan lebih berbumbu. Telurnya lembuuut dan nasinya pulen. Mantab. Porsinya sangat cukup (Baca: Buanyak). Bahkan buat kami yang lagi kelaparan, rasanya sampe kayak habis makan di resto AYCE. Full. Jadi worth it dari segi harga dan porsi.
Bagi yang suka pedas, gw sarankan lebih baik pesan level 2 ke atas. Gw pilih level 2 untuk mencari aman supaya ga kepedesan, tapi ternyata ga ada pedes-pedesnya sama sekali.

Kalo buat gw sih, lebih suka yang punya si pacar. Karena daging-daging yang ada di bumbu karinya itu bikin rasanya lebih gurih. Sementara gw kurang suka chicken cutlet yang ada di piring gw karena dagingnya kurang juicy

Jadi mungkin kalau balik lagi ke sini, gw akan pesan yang isinya daging cincang dan dengan level kepedasan yang lebih tinggi.
Jadi bakal balik lagi? Mungkin. Apalagi kalau ditraktir. Yuhuu~

Thanks for reading.

Adios!

CONVERSATION

2 COMMENTS:

  1. Puas-puasin hunting makanan er, sebelum nanti ada omongan "mending cari resepnya terus makan di rumah aja biar hemat"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ckckck.. Malang sekali nasibmu, bang rizki...
      hahaha

      Hapus

Jika punya pertanyaan, silakan post Comment di bawah ^^

Back
to top